MEKANISME TATA KELOLA

Mekanisme Tata Kelola: Tata Kelola Regional, Nasional dan Lokal untuk Pengelolaan Ekosistem Laut Besar

Komponen 1  program ATSEA-2 dirancang untuk memperkuat tata kelola regional dan nasional untuk pengelolaan wilayah laut Arafura dan Timor (ATS), dan memfasilitasi dialog level regional yang terkait dengan kebijakan dan program di Indonesia, Tmor Leste dan Papua Nugini.

Mekanisme pemerintahan akan didasarkan pada pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana perubahan iklim berdampak pada masyarakat lokal, perikanan, dan ekosistem laaut/pesisir yang rentan, wilayah ATS. Hal ini dapat dicapai dengan bekerja bersama para ahli, menggunakan analisis ilmiah dan teknik penilaian yang paling mutakhir.

KELUARAN YANG DIHARAPKAN

Terbentuknya mekanisme kerja sama regional dan nasional
Penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia
Pemahaman yang lebih baik tentang dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut dan pesisir

Pembaharuan Analisis Diagnostik Lintas Batas (ADLB), Program Aksi Strategis (PAS), dan Program Aksi Nasional (PAN).

RUANG LINGKUP & STRUKTUR

Program ATSEA-2 dirancang untuk memiliki dampak yang luas dan positif dengan menjangkau berbagai spektrum kelompok yang tertarik, termasuk:

  • Kementerian dan lembaga pemerintah
  • Akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian
  • Angota dari masyarakat sipil
  • Kelompok masyarakat
  • Sektor swasta
  • Administrasi pemerintah lokal

Selain itu, forum kemitraan pemangku kepentingan juga mendukung sekretariat ATS dalam memastikan partisipasi pemangku kepentingan dan koordinasi tata kelola di ekosistem ATS. Tata kelola regional dan nasional dimungkinkan melalui pembentukan Komite Nasional Antar Kementerian (KNAK) yang khusus dibentuk pada level nasional untuk mendukung pelaksanaan PAS dan PAN ATS.

SEARCH