Wilayah Laut Arafura dan Laut Timor (ATS) menghadapi tekanan lingkungan yang tidak dapat diatasi oleh satu negara saja. ATSEA memfokuskan upaya pada lima prioritas bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat koordinasi regional, serta menghasilkan manfaat nyata bagi ekosistem dan masyarakat pesisir.

POLUSI PLASTIK DI LAUT & ALAT TANGKAP TERBUANG

Mengurangi Limbah Laut,
Melindungi Ekonomi Pesisir

Mengapa ini penting

Pencemaran plastik dan alat tangkap ikan yang ditinggalkan, hilang, atau terbuang (Abandoned, Lost, or otherwise Discarded Fishing Gear / ALDFG), yang juga dikenal sebagai ghost gear, mengancam keanekaragaman hayati laut dan merugikan perikanan skala kecil. Sebagian besar limbah ini melintasi batas negara dan berdampak pada wilayah yang jauh dari sumbernya.

Apa yang kita lakukan bersama

ATSEA mendukung upaya nasional dan regional untuk mengurangi polusi plastik di laut dan alat tangkap terbuang melalui:

  • Penerapan setidaknya 1 instrumen kebijakan regional dan 4 instrumen kebijakan nasional
  • Pemulihan dan daur ulang 1.000–5.000 ton sampah plastik
  • Pelibatan masyarakat di 9 lokasi pesisir
  • Pengembangan 3 proyek percontohan ekonomi sirkular
  • Peluncuran Rencana Aksi Regional untuk penanggulangan ALDFG
  • Pengurangan 10% ALDFG yang teridentifikasi melalui pemantauan laut rutin
  • Pembentukan 3 program pemulihan ALDFG berbasis masyarakat
Bagaimana upaya ini mendukung pekerjaan Anda

Inisiatif ini memperkuat sistem pemantauan sampah laut, mendukung pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab, dan membuka peluang nyata bagi program pengurangan plastik berbasis komunitas. Jika Anda bekerja di bidang pengendalian pencemaran laut, pengembangan kebijakan perikanan, atau pengelolaan wilayah pesisir, kami menyediakan data, model teruji, dan peluang kemitraan yang dapat memperkuat dampak kerja Anda di lapangan.

SEARCH