fbpx

Handoko Adi Susanto

Manajer Proyek Regional

Dwi Ariyoga Gautama

Koordinator Proyek Nasional – Indonesia

Casandra Tania

Spesialis Keanekaragaman Hayati Regional

Lyris Lyssens

Spesialis Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan

Nur Junaidi

Project (Finance and Admin) Associate

Katherine Rose Gallardo-Aguiling

Konsultan Proyek (Pemantauan dan Evaluasi)

Handoko Adi Susanto

Manajer Proyek Regional
Sangat fasih dalam ekologi terumbu karang dan pengelolaan pesisir terpadu, Handoko memiliki lebih
dari 15 tahun pengalaman bekerja dengan proyek-proyek USAID dan LSM lingkungan seperti The Nature Conservancy, Wildlife Conservation Society, dan RARE. Handoko juga menghabiskan satu tahun di Conservation International sebagai penasehat pengelolaan laut dan pelatih untuk Republik Demokratik Tmor Leste di bawah naungan program Coral Triangle Support Partnership (USAID-CTSP). Saat ini Handoko berbasis di Bali, dimana ia telah bekerja sebagai Regional Project Manager Program ATSEA-2 sejak Januari 2020.

Kualifikasi, keterampilan, dan pengalaman:

  • Perencanaan dan pengelolaan kawasan konservasi perairan, pengembangan kebijakan dan pendanaan publik.
  • Gelar Doktor di bidang Biologi dan Konservasi Kelautan dari Kyushu University, Jepang
  • MSc di bidang Pengelolaan Zona Pesisir Tropis Terpadu dari Asian Institute of Technology (AIT) di Bangkok, Thailand
Tanggung jawab di ATSEA-2:
  • Mengelola proyek sehari-hari, memastikan integritas dan koherensi proyek secara keseluruhan.
  • Supervisi staf proyek di Unit Manajemen Proyek Regional atau (UMPR)
  • Memberikan laporan substansi, manajerial dan keuangan
  • Menerapkan keahlian dalam bidang pengelolaan perikanan, proyek GEF International Waters (IW), dan teknologi informasi.

Dwi Ariyoga Gautama

Koordinator Proyek Nasional – Indonesia
Yoga adalah Koordinator Proyek Nasional-UNDP untuk ATSEA-2 komponen Indonesia dan memiliki 10 tahun pengalaman kerja dengan Program Kelautan WWF Indonesia. Ekologi laut menjadi inti pengalaman profesional, kualifikasi akademis, dan ketertarikan pribadinya selama bertahun-tahun. Sebelum bergabung dengan ATSEA-2, Yoga bekerja di Yayasan Pelangi Indonesia dalam program adaptasi perubahan iklim yang bermitra dengan nelayan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kualifikasi, Keterampilan, dan Pengalaman :

  • Sarjana Ilmu Kelautan dari Universitas Diponegoro, Indonesia
  • Anggota East Asia’s IUCN Shark Specialist Group

Tanggung jawab di ATSEA-2:

  • Mendukung implementasi proyek.
  • Mengawasi rencana kerja, keluaran dan target yang disetujui oleh Komite Pengarah Proyek (KPP) di Indonesia
  • Memastikan adanya kaitan yang jelas dan strategis antara Unit Manajemen Proyek Regional (UMPR) dan Unit Koordinasi Nasional (UKN)
  • Melibatkan mitra-mitra di tingkat nasional dan membangun reputasi kualitas rancangan dan
    pencapaian yang dapat diandalkan dari Program ATSEA-2.
  • Supervisi staf dan mengkoordinasikan kegiatan konsultan-konsultan lain.

Casandra Tania

Spesialis Keanekaragaman Hayati Regional
Seorang ahli biologi kelautan yang berpengalaman, penyelam dan pegiat konservasi, Cassie telah bekerja untuk melindungi hiu paus di Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan mendukung implementasi Proyek Konservasi Dugong dan Lamun dengan WWF Indonesia yang didanai oleh GEF. Cassie membawa pengetahuannya yang luas dan ketertarikannya yang mendalam terhadap kelautan pada Program ATSEA-2.

Kualifikasi, Keterampilan, dan Pengalaman :

  • Tujuh tahun pengalaman sebagai Marine Species Officer di WWF-Indonesia
  • Survey bawah laut, pemantauan laut, analisis, pelaporan, dan manajemen proyek.
  • Magister Sains Erasmus Mundus di bidang Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Laut dari Ghent University, Belgia
  • Magister Filosofi di bidang Kepemimpinan Konservasi dari University of Cambridge, UK
Tanggung jawab di ATSEA-2 :
  • Mendukung UKN di Indonesia, Timor Leste, dan Papua Nugini
  • Mengkoordinasikan implementasi Komponen 2 di level regional.
  • Menyelenggarakan inisiatif pengembangan kapasitas, pelatihan, dan berbagi pengetahuan untuk UKN
  • Mengawasi pengembangan rencana kerja dan anggaran tahunan, alokasi dan pengeluaran finansial untuk kegiatan di bawah Komponen 2
  • Mengontrol kualitas pengembangan dan implementasi kegiatan proyek di bawah Komponen 2.
  • Mengindentifikasi dan mempromosikan peluang pengaturan kemitraan antara publik dengan swasta yang melibatkan pemerintah nasional, provinsi dan lokal; donor; organisasi internasional; dan perusahaan/sektor bisnis.
  • Mengawasi perluasan proyek ATSEA, replikasi teknologi/praktik terbaik, serta investasi.

Lyris Lyssens

Spesialis Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan
Lyris membawa pengetahuan dan gairah yang tak terbatas pada Program ATSEA-2. Sejak pertemuan pertama nya dengan ikan pari manta pada tahun 2015, Lyris membangun ketertarikan yang mendalam terhadap kegiatan konservasi laut dan mengadaptasikan gaya hidupnya dengan nilai-nilai berkelanjutan. Sebagai Spesialis Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan, Lyris berkontribusi terhadap Program dengan memastikan bahwa kegiatan-kegiatan strategis berjalan sukses dan dikomunikasikan secara efektif.

Kualifikasi, Keterampilan, dan Pengalaman:

  • Berpengalaman selama lima tahun di berbagai perusahaan swasta dan LSM, termasuk Jaringan Ekowisata Indonesia Coral Triangle Center
  • Magister Sains di bidang Perencanaan Wisata Berkelanjutan dari Université Paul-Valéry, Montpellier III, Perancis
  • Sarjana di bidang Leisure Management dari Hogeschool di Belanda
Tanggung jawab di ATSEA-2:
  • Membantu unit regional dan nasional Program ATSEA-2
  • Mengembangkan strategi komunikasi ATSEA-2 dan rencana kerja tahunan terkait.
  • Mendukung inisiatif komunikasi internal dan external
  • Mengelola kegiatan manajemen pengetahuan
  • Merancang dan memperbaiki brand ATSEA

Nur Junaidi

Project (Finance and Admin) Associate
Berbasis di Bali, Nur Junaidi (juga dikenal sebagai Juned) bekerja sebagai Project Manager Assosiate untuk memastikan bahwa semua hal yang berkaitan dengan keuangan dan administrasi diimplementasikan dengan benar. Sebelum bergabung di Program ATSEA- 2 pada April 2020, Juned menghabiskan 2 tahun sebagai Finance Officer di HIVOS hub SEA (South East Asia).

Kualifikasi, Keterampilan, dan Pengalaman:

  • Berpengalaman bekerja selama 10 tahun dengan proyek-proyek yang didanai oleh PBB dan lembaga-lembaga internasional seperti UNFPA, UNDP dan USAID
  • Sarjana di bidang Ekonomi dari Sekolah Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Jakarta

Tanggung jawab di ATSEA-2:

  • Memastikan kepatuhan terhadap peraturan donor dan pemerintah Indonesia
  • Mendukung pelaporan dan implementasi proyek yang efektif
  • Memberikan dukungan administrasi pada Unit Manajemen Proyek
  • Mendukung mobilisasi sumber daya

Katherine Rose Gallardo-Aguiling

Konsultan Proyek (Pemantauan dan Evaluasi)
Kate memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengkoordinasikan fungsi sekretariat di Program ATSEA-2, bekerja dengan Project for Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) bersama GEF/UNDP/IMO/UNOP. Sebelum bergabung dengan Program ATSEA-2, Kate bekerja sebagai Produser Eksekutif untuk perusahaan media di Filipina, berfokus pada konseptualisasi dan produksi program yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Kualifikasi, Keterampilan, dan Pengalaman:

  • Berpengalaman selama 15 tahun bekerja di PEMSEA sebagai Staf Teknis untuk Tata Kelola Laut Regional, Staf Pemantauan dan Evaluasi, dan Koordinator Sekretariat Fasilitas Sumber Daya PEMSEA
  • Magister Sains dalam bidang Studi Internasional dari University of the Philippines

Tanggung jawab di ATSEA-2:

  • Mengembangkan templat pelaporan dan sistem pemantauan internal proyek
  • Menyusun dokumentasi untuk mendukung laporan pemantauan
  • Mempersiapkan Laporan Perkembangan Proyek untuk presentasi pada rapat tahunan KPR
  • Membantu Manajer Proyek dalam mengawasi dan menilai Rencana Kerja Tahunan dan pelaksanaannya.

SEARCH