Kawasan pesisir Indonesia di wilayah ATS menyimpan potensi yang tinggi, baik dari sisi keanekaragaman hayati laut maupun nilai ekonominya. Sebagai tuan rumah Sekretariat Regional ATSEA, Indonesia berperan penting dalam memperkuat tata kelola laut yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Peta Jalan Ekonomi Biru (2023–2045) dan Kebijakan Kelautan Indonesia. Dua kerangka strategis nasional ini menekankan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, ketangguhan kawasan pesisir, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melaui kolaborasi dengan masyarakat pesisir, pemerintah daerah, dan kementerian teknis, Program ATSEA mendukung langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut (KKL), memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kejadian tumpahan minyak, dan melindungi spesies laut yang terancam serta ekosistem laut yang penting. Seluruh upaya ini mendukung implementasi Strategic Action Programme (SAP) 2024–2033 dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian target pembangunan kelautan Indonesia yang berkelanjutan
Pencapaian utama dari ATSEA-2 meliputi:
Kepulauan Aru (Maluku)
Merauke (Papua Selatan)
Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur)
Pelajari upaya kami menanggulangi praktik IUU Fishing pada perikanan skala kecil dan memperkuat ketahanan komunitas