fbpx

Di Mana Kami Bekerja: Indonesia

Kawasan pesisir Indonesia di wilayah ATS menyimpan potensi yang tinggi, baik dari sisi keanekaragaman hayati laut maupun nilai ekonominya. Sebagai tuan rumah Sekretariat Regional ATSEA, Indonesia berperan penting dalam memperkuat tata kelola laut yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Peta Jalan Ekonomi Biru (2023–2045) dan Kebijakan Kelautan Indonesia. Dua kerangka strategis nasional ini menekankan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, ketangguhan kawasan pesisir, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melaui kolaborasi dengan masyarakat pesisir, pemerintah daerah, dan kementerian teknis, Program ATSEA mendukung langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut (KKL), memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kejadian tumpahan minyak, dan melindungi spesies laut yang terancam serta ekosistem laut yang penting. Seluruh upaya ini mendukung implementasi Strategic Action Programme (SAP) 2024–2033 dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian target pembangunan kelautan Indonesia yang berkelanjutan

Pencapaian utama dari ATSEA-2 meliputi:

Kepulauan Aru (Maluku)

  • Menerapkan rencana pengelolaan perikanan berbasis ekosistem untuk perikanan kakap merah dan udang
  • Mendaftarkan 72 unit kapal perikanan skala kecil
  • Meningkatkan efektivitas pengelolaan KKL, dengan skor METT meningkat dari 39 menjadi 72
  • Mendukung pengembangan mata pencaharian alternatif masyarakat pesisir dengan pendapatan tambahan sebesar IDR 2,8 juta hingga 13 juta per bulan

Merauke (Papua Selatan)

  • Menyusun rencana pengelolaan EAFM untuk ikan barramundi (Lates calcarifer)
  • Memfasilitasi pendaftaran 15 kapal penangkap ikan, dan penerbitan 30 izin SIPI/SIUP bagi pelaku usaha perikanan barramundi
  • Memfasilitasi pendaftaran 101 nelayan skala kecil hingga penerbitan kartu Kusuka untuk memperluas akses terhadap subsidi dan program bantuan pemerintah
  • Mendukung penetapan KKL baru di sekitar Pulau Kolepom
  • Menyelenggarakan pelatihan penanganan spesies yang terancam dan dilindungi, serta memperkuat kapasitas Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS)

Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur)

  • Menerapkan rencana pengelolaan pesisir terpadu dan pendekatan adaptasi berbasis ekosistem (Ecosystem-based Adaptation/EbA)
  • Merestorasi ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove, pemasangan struktur coral spiderweb, dan pembangunan fish dome
  • Mendukung pemberdayaan usaha perempuan berbasis potensi sumber daya lokal
  • Memfasilitasi skema pinjaman tanpa bunga melalui kemitraan antara pemerintah daerah dan Bank NTT

Pelajari upaya kami menanggulangi praktik IUU Fishing pada perikanan skala kecil dan memperkuat ketahanan komunitas

SEARCH