fbpx

BERITA

APAKAH PROGRAM ATSEA-2 ITU?

Dimulai pada 2019, ATSEA-2 adalah fase kedua dari Program Arafura & Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA); sebuah kemitraan regional yang melibatkan Pemerintah Indonesia, Timor Leste dan Papua Nugini dengan dukungan dari Pemerintah Australia. Kelompok ini bekerja untuk merancang dan mengimplementasikan solusi bagi isu-isu kelautan lintas batas yang terpenting yang dihadapi oleh regional tersebut.
LIHAT DETAIL

APA TUJUAN YANG INGIN DICAPAI OLEH PROGRAM?

Tujuan kami : untuk memastikan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut secara lestari.
Target kamiΒ untuk menjaga arus barang dan jasa ekosistem dari Laut Arafura dan Laut Timor.
Dari melestarikan ekosistem alami hingga memberdayakan perikanan lokal dan mengamankan rantai pasokan regional, Program ATSEA-2 diluncurkan untuk memastikan bahwa sumber daya pesisir dan laut terlindungi.
Sasaran utama kami adalah melestarikan keanekaragaman hayati Laut Arafura dan Laut Timor untuk kesehatan laut secara keseluruhan dan masyarakat yang mata pencahariannya bergantung pada kesehatan laut agar dapat bertahan hidup. Kami juga bekerja untuk memastikan jejaring yang mendukung sumber daya dan pendapatan dari sumber daya tersebut dapat berjalan secara efisien, adil, dan berkelanjutan.
LIHAT DETAIL

DIMANA ATSEA-2 BEKERJA?

Kami bekerja di tiga negara dalam wilayah ATS: Indonesia, Timor Leste dan Papua Nugini. Di Indonesia, lokasi-lokasi kami adalah di Kabupaten Aru, Provinsi Maluku; Kabupaten Merauke, Provinsi Papua; dan Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di Timor Leste, sebagian besar lokasi kami berada di pesisir selatan, di Suai, Manufahi, Manatuto, Viqueque dan Lautem Municipios. Terakhir, di Papua Nugini, ATSEA-2 bekerja di South Fly District, Provinsi Selatan.
LIHAT DETAIL

TAUTAN YANG BERHUBUNGAN

Mekanisme FEEDBACK dan Penyelesaian Pengaduan ATSEA

ATSEA mengutamakan Mekanisme Penyelesaian Pengaduan (Grievance Redress Mechanism/GRM) yang adalah saluran komunikasi dan alat penyelesaian perselisihan. GRM memfasilitasi umpan balik (feedback) dan interaksi efektif antara ATSEA dan para pemangku kepentingan di wilayah operasional. Mekanisme ini dibuat untuk memastikan pengaduan dapat dilakukan dengan tepat waktu dan efisien, serta tanpa takut akan dampak negatif yang ditimbulkan. Pemanfaatan mekanisme akan mendukung peningkatan kerja sama dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Laut Arafura dan Timor. Siapa pun yang terkena dampak, termasuk penerima manfaat dan masyarakat umum, dapat mengirimkan pengaduan atau feedback. GRM difokuskan pada penanganan keluhan, promosi transparansi, dan penyelesaian masalah.

Baca selengkapnya

CONTACT US

    SEARCH