fbpx

Inisiatif Program jangka panjang yang menyatukan Australia, Indonesia, Papua Nugini, dan Timor-Leste untuk melindungi sumber daya laut bersama, memperkuat tata kelola laut di tingkat regional, dan membangun ketahanan kawasan pesisir. Program Arafura & Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) memastikan bahwa sumber daya laut dikelola secara berkelanjutan melalui upaya konservasi berbasis ekosistem, dukungan terhadap perikanan skala kecil, hingga pengamanan rantai pasok.

Gambaran Umum

Menjaga Laut Arafura dan Laut Timor 

Sebuah Komitmen Regional 

Wilayah Laut Arafura dan Laut Timor (Arafura and Timor Seas, atau ATS) merupakan sumber mata pencaharian bagi jutaan masyarakat, area penangkapan ikan yang produktif, rumah bagi berbagai spesies endemik, dan mendukung pembangunan regional. Wilayah laut yang dimanfaatkan bersama oleh negara-negara ATS ini merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di Indo-Pasifik. Program Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) melindungi sumber daya ini melalui aksi bersama, kebijakan berbasis sains, dan tata kelola yang inklusif.

Kemitraan Multi-Negara

Pengelolaan sumber daya laut secara kolaboratif di empat negara

Selengkapnya
Program Aksi Strategis 10 Tahun

Prioritas regional dan tujuan bersama untuk 2024–2033

Selengkapnya
Masalah Utama yang Ditangani

Polusi plastiktumpahan minyakpenangkapan ikan yang ilegal, dan spesies yang terancam

Selengkapnya
Berbasis Sains dan Pengetahuan Lokal

Berlandaskan pada data ekologi dan praktik tradisional

Selengkapnya
Mengapa Ini Penting

 Laut Kita Bersama,
Tanggung Jawab Kita Bersama

Wilayah Laut Arafura dan Laut Timor (ATS) menyediakan sumber daya penting yang dimanfaatkan bersama oleh negara-negara ATS. Wilayah ini diketahui memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadi wilayah penangkapan ikan yang produktif, dan sumber mata pencaharian serta peran pentingnya dalam budaya masyarakat pesisir.

Dampak Kami
Karakteristik Utama Laut Arafura dan Laut Timor
Meliputi
1.67 juta km²
yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia
16,842 km²
Mangroves
23,562 km²
Padang Lamun
5,345 km²
Terumbu Karang
Hingga 461
Spesies terumbu karang
Hingga 1.232
Spesies ikan laut
45
Spesies mangrove
15
Spesies lamun
6 dari 7
Spesies penyu di dunia
>US$ 742 juta
Perikanan tangkap laut
> US$ 640 juta
Akuakultur
>US$ 4,9 miliar
Pariwisata bahari
US$ 625-664 juta
Penyerapan karbon
195,288 
Australia
3,083,379
Indonesia
29,000
Papua New Guinea
205,806
Timor-Leste
16,842 km²
Mangroves
23,562 km²
Padang Lamun
5,345 km²
Terumbu Karang
Hingga 461
Spesies terumbu karang
Hingga 1.232
Spesies ikan laut
45
Spesies mangrove
15
Spesies lamun
6 dari 7
Spesies penyu di dunia
>US$ 742 juta
Perikanan tangkap laut
> US$ 640 juta
Akuakultur
>US$ 4,9 miliar
Pariwisata bahari
US$ 625-664 juta
Penyerapan karbon
195,288 
Australia
3,083,379
Indonesia
29,000
Papua New Guinea
205,806
Timor-Leste

Terpercaya dan Kredible

Namun, berbagai manfaat ini menghadapi ancaman serius akibat polusi laut dan pesisir, penurunan habitat dan keanekaragaman hayati, serta penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan. Terlebih, semua ancaman ini diperburuk oleh dampak perubahan iklim. ATSEA menggalang koordinasi dan aksi bersama yang sejalan dengan:

Program Kerja Kami

Prioritas Strategis ATSEA 

Strategic Action Programme (SAP) 2024–2033 menjadi kerangka kerja bersama untuk mengarahkan aksi regional di wilayah Laut Arafura dan Laut Timor. Dokumen ini dikembangkan melalui proses konsultatif dan analisis ilmiah, serta menetapkan empat fokus tematik yang dilengkapi dengan rencana implementasi yang terintegrasi dan terkoordinasi antarnegara.

bda955acfbb9ce079407fd4ee8d9f48863c44c10
Mengurangi Polusi Plastik di Laut

Mendorong perubahan kebijakan dan solusi lokal untuk mengurangi sampah laut, termasuk alat tangkap ikan yang ditinggalkan, hilang atau terdibuang (Abandoned, Lost, or otherwise Discarded Fishing Gear/ALDFG)

Selengkapnya
a41f39a4c8883f04bc375e74be096cccf1b6e48b (1)
Memperkuat Respons terhadap Tumpahan Minyak

Menyusun rencana tanggap darurat tingkat regional, meningkatkan kapasitas melalui pelatihan, dan memperkuat sistem peringatan dini.

Selengkapnya
8681556d76a32b5cbd079155038ec5918c68d36f
Menanggulangi Penangkapan Ikan Ilegal Lintas Batas

Mendorong perikanan berkelanjutan melalui pengelolaan bersama dan kerja sama dalam upaya penegakan hukum.

Selengkapnya
7eef9256e6221548141023258bc9e5cef9212dd2
Melindungi Spesies yang Terancam dan Habitat Penting

Menjaga kelestarian populasi penyu dan spesies laut yang dilindungi lainnya, seperti dugong dan hiu, melalui pemulihan habitat dan perluasan kawasan konservasi laut.

Selengkapnya

Wilayah Kerja Kami

 Jelajahi Wilayah ATS

Wilayah ATS mencakup 1,67 juta km² dan menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia.

Mekanisme Penanganan Pengaduan ATSEA

ATSEA menempatkan Mekanisme Penanganan Pengaduan (Grievance Redress Mechanism/GRM) sebagai bagian penting dalam komunikasi dan penyelesaian konflik dengan para pemangku kepentingan dan mitra. Mekanisme ini memastikan penanganan yang cepat dan bersifat rahasia terhadap setiap masukan atau keluhan yang berkaitan dengan dampak Program ATSEA terhadap hak individu maupun kelompok.

Siapa pun yang terdampak, termasuk penerima manfaat maupun masyarakat umum, dipersilakan untuk menyampaikan umpan balik. Fokus utama GRM adalah menangani keluhan, mendorong transparansi, dan memfasilitasi penyelesaian isu secara efektif

Baca Selengkapnya

Hubungi Kami

    SEARCH